WAWASAN NUSANTARA

Wawasan Nusantara adalah wawasan nasional Indonesia. Wawasan nasional Indonesia dibentuk dan dijiwai:

a. Paham kekuasaan berlandaskan Pancasila (Kemerdekaan & Kedamaian, non ekspansional dan non involusi teritori).

b. Geopolitik Indonesia berlandaskan pemikiran kewilayahan (Archipelagio State, negara kepulauan) dan kehidupan bangsa (bersifat majemuk).

LATAR BELAKANG FILOSOFIS

1.     PEMIKIRAN BERLANDASKAN FALSAFAH PANCASILA

  • 5 sila (Pancasila) sebagai aspirasi  bangsa semenjak Proklamasi 1945.
  • Landasan Idiil yang menjiwai kehidupan berbangsadan bernegara Indonesia.
  • Kesadaran dengan segenap cipta, rasa dan karsa untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup dari generasi ke generasi.
  • Sila I (toleransi umat beragama), Sila II (menjunjung tinggi HAM), Sila III (Kepentingan Nasional diatas kepentingan golongan / kelompok), Sila IV (Demokrasi Indonesia), Sila V (Keadilan dan kesejahteraan bersama seluruh rakyat Indonesia).

2.     PEMIKIRAN ASPEK KEWILAYAHAN

  • Kondisi objektif geografis sebagai modal dan ruang gerak hidup suatu bangsa oleh karena itu harus dijaga dan dipertahankan.
  • Pada saat Proklamasi 17-8-1945 Wilayah negara mengikuti Territoriale Zee En Maritieme Kringen Ordonantie tahun 1939 dimana hanya berupa daratan dan 3 mil laut dari garis pantai masing-masing pula.
  • Deklarasi Juanda 13 Desember 1957 yang menyatakan bahwa lebar laut teritorial Indonesia adalah 12 mil laut diukur dari garis-garis pangkal yang menghubungkan titik-titik pangkal yang mengelilingi daerah Indonesia, titik pangkal adalah titik terluar dari pulau-pulau terluar/daratan di wilayah Indonesia dan ditetapkan dengan Perpu no 4 / Prp tahun 1960 tentang Perairan Indonesia; UU no 17 tahun 1985 tentang Ratifikasi UNCLOS 1982  n UU no 6 tahun1999: mempertegas kesatuan wilayah yang terdiri atas: +17.508 pulau, dengan luas:5.193.250 km2; 2.027.087 km2 daratan, 3.166.163 km2 lautan
  • Terletak pada: 06.08 LU, 11.15 LS, 94.45 – 141.05 BT, Jarak utara-selatan: +1.888 km, timur-barat: +5.110 km

3.     PEMIKIRAN DARI ASPEK SOSIAL BUDAYA

  • Masyarakat Indonesia sejak awal merupakan masyarakat beragam.
  • Paling heterogen di dunia:+300 etnis,+50 bahasa.
  • Majemuk dalam: sistem ekonomi, politik, budaya, tradisional sampai yang sangat maju
  • Saat merdeka 60 juta, saat ini 210 juta penduduk
  • Bisa disebut sebagai bangsa baru yang terdiri atas masyarakat lama, sehingga diperlukan kesepahaman dan  Ikatan nasional yang kuat untuk mencegah konflik dan potensi disintegrasi.

4.     PEMIKIRAN DARI ASPEK KESEJARAHAN

  • Indonesia berciri khas sendiri walau ada kesamaan sebagai (mayoritas) rumpun Melayu.
  • Dijadikan satu propinsi “Hindia Belanda / Nederlandch Indie” oleh Belanda sejak 1816 M.
  • 20 Mei 1908: awal semangat kebangsaan Indonesia / Kebangkitan nasional.
  • 28 Oktober 1928: Sumpah Pemuda / pencetusan Wawasan Kebangsaan Indonesia.
  • 17 Agustus 1945 : bangsa Indonesia me-negara.
  • 13 Desember 1957 : Deklarasi Juanda / tekad politik Republik Indonesia mempersatukan wilayah tanah (darat) dan air (laut)nya, dan istilah “Nusantara” resmi sebagai konsep nasional.

Implementasi  Wawasan Nusantara

  1. Sebagai Pancaran Falsafah Negara
  2. Sebagai Wawasan Pembangunan :
  3. Kesatuan Ideologi,  Politik Nasional,
  4. Ekonomi, Sosial dan Budaya
  5. Pertahanan dan Keamanan

PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA

adalah Wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasar UUD 1945, yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

LANDASAN WAWASAN  NUSANTARA

  • Landasan Idiil Wawasan Nusantara : PANCASILA.
  • Landasan Konstitusional Wawasan Nusantara:  UUD 1945 (dan Perubahannya).

UNSUR-UNSUR DASAR  WAWASAN NUSANTARA

a.   Wilayah dan letak geografis :

–          Terakhir sesuai dasar hukum: Pengumuman Pemerintah RI Tahun 1969, UU No 1 Tahun 1973, UU No 17 Tahun 1985 dan UU No 6 Tahun 1999.

–  Indonesia belum memiliki UU tentang Batas Wilayah Negara, dan sedang dalam proses perumusan oleh lembaga Eksekutif dan Legislatif.

b.   Tata pemerintahan, tata organisasi kenegaraan dan kelengkapannya :

  • Berdasarkan UUD 1945 dan Perubahan pada pasal-pasal yang mengatur sistem pemerintahan, baik pusat maupun daerah.
  • Dilengkapi dengan berbagai UU yang mendukung seperti UU tentang Pemilu, Pemerintahan Daerah, dan seterusnya.

B. UNSUR ISI (CONTENT)

  1. Menuju cita-cita dan tujuan nasional:
  2. Keterpaduan semua aspek kehidupan nasional
  • Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
  • Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  • Aspek Trigatra: Geografi, Kependudukan, Kekayaan Alam.
  • Aspek Pancagatra: Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial budaya, Pertahanan Keamanan.

C. UNSUR TATA LAKU (CONDUCT)

a. Tata laku Batiniah:

      Kesadaran masyarakat untuk berbangsa dan bernegara Indonesia.

b. Tata laku Lahiriah:

      Kemanunggalan karya dan tindakan melalui perencanaan pelaksanaan pengawasan dan pengendalian Pembangunan.

HAKIKAT WAWASAN NUSANTARA

  • KEUTUHAN NUSANTARA
  • CARA PANDANG YANG SELALU  UTUH MENYELURUH DEMI KEPENTINGAN NASIONAL

ASAS WAWASAN NUSANTARA

  • KEPENTINGAN YANG SAMA
  • KEADILAN
  • KEJUJURAN
  • SETIA KAWAN / SOLIDARITAS
  • KERJASAMA / KOORDINASI
  • SETIA PADA NEGARA

ARAH  PANDANG WAWASAN NUSANTARA

  • Ke dalam : mewujudkan kesatuan dan persatuan baik aspek-aspek alamiah maupun aspek-aspek sosial.
  • Ke luar : menjamin kepentingan nasional Indonesia dalam dunia Internasional.

TANTANGAN IMPLEMENTASI

  • Pemberdayaan Masyarakat : Pembangunan yang kurang adil dan merata dapat mengubah pola pikir, sikap dan tindakan sebagai warganegara yang bertentangan dengan Wawasan Nusantara.
  • Dunia Tanpa Batas : Perkembangan masyarakat global yang dapat mengikis bahkan menghancurkan nasionalisme.
  • Era Baru Kapitalisme : Kekuatan ekonomi Internasional dengan berbagai efek variasinya (budaya, politik) dapat melemahkan kekuatan nasional dan mengubah persepsi masyarakat.

KEBERHASILAN WAWASAN NUSANTARA

  • Wawasan Nusantara berhasil jika mendasari cara berpikir, bersikap dan bertindak dalam rangka menghadapi, menyikapi dan menangani permasalahan kehidupan nasional yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan keutuhan tanah air.
  • Setiap warga negara Indonesia perlu:

–          menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

–          mengerti, memahami, menghayati dan mengimplementasi Wawasan Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s