PERFECTIONIST = FREAKS ??

Perfectionist may not be so perfect

Semua hal memang harus dikerjakan secara maksimal, makanya perfeksionis adalah sikap yang wajib kita miliki. Perfeksionis artinya menempatkan kata “sempurna” diatas segalanya. Apapun yang diinginkan harus berhasil seperti keinginannya. Orang – orang perfeksionis punya standar tinggi sekaligus pantang menyerah. Ada keyakinan dalam hati, perfection is the only route to personal acceptance by other. Perfeksionis juga punya motivasi kuat untuk bertahan menghadapi kegagalan dan hampir putus asa. Cara bekerja orang perfeksionis cukup menggila.mereka waspada sekali dan tidak bisa diam melihat kekurangannya. Dengan usaha mati – matian dan mencoba sekeras mungkin, hasil kerja orang perfeksionis jauh dari kata “seadanya”. Tetapi, kembali lagi, sifat sebagus apapun punya “lubang” yang bisa menjebak. Sifat perfeksionis punya sisi bagus. Kita tidak bisa asal – asalan dan selalu total setiap mengerjakan sesuatu. Tetapi, sifat ini memiliki resiko yang mungkin tidak terlalu terlihat. Sekali lagi, sifat perfeksionis tidak dilarang tetapi cobalah sedikit mengoreksi supaya tidak merugikam diri kita sendiri.

 

It’s not about stop being perfect

Melihat pengaruh buruk akibat perfeksionis, apa iya sebaiknya kita tidak punya sifat perfeksionis? Masalahnya bukan tidak oleh membuat standar yang tinggi. Pribadi yang ingin apapun serba sempurna itu tidak salah. Tetapi, supaya perfeksionis tetap menjadi sifat positif harus memiliki kesadaran supaya apapun yang kita usahakan tidak membawa dampak buruk. Tetap memiliki standar tinggi untuk apapun yang dikerjakan, tetapi cobalah membuatnya lebih terarah. Atur supaya apapun yang kita lakukan tidak mempersulit diri sendiri. Mau mengejar hasil bagus tetapi malah merasa tertekan, sama saja membuat kacau. Biasakan diri dengan berbagai macam kemungkinan. Terima masukan dan ide orang lain sebagai sumbangan untuk usaha kita. Karena masukan mereka bisa menjadi ‘senjata’ untuk kita sendiri. Terima kesalahan bahkan kegagalan sebagai hal yang biasa. Orang yang pernah salah justru lebih rugi daripada yang sering salah. Makin sering kamu salah, makin cerdas untuk membuat strategi. Dan ini yang membuat kita justru semakin lebih dekat dengan kata “sempurna”.

 

Get healthy perfectionist !

The perfectionist are not a bad people. Mereka akan terlihat salah kalau menjalaninya secara tidak sehat. Beljar untuk membuat batas dari setiap usaha kita. Cobalah untuk menikmati keberhasilan, sekecil apapun itu. Bukan untuk langsung puas diri dan berhenti usaha. Mengejar kesempurnaan mungkin membuat kamu lupa untuk mengambil pelajaran dari tiap kejadian. Padahal opportunity is to discover that future success lies in tactics or lessons. Sifat perfeksionis membawa nilai positif jika kita mau melihat semua itu. Kalau kamu merasa semua usahamu tidak pernah cukup bagus dan mulai membuat stres, then it’s time to start changing !

 

What is close to perfection ?

Lihat darimana kalau kita sudah usaha maksimal ? kapan tahu sebenarnya sudah dekat ke arah sempurna ?

1.     Perfect prepare.

Mulai dari hal sekecil apapun yang tidak penting sampai susunan strategi. Tidak perlu khawatir kalau persiapan sudah matang, kan ?

2.     Check & recheck !

Pemeriksaan itu penting supaya tidak menyesal belakangan. Teliti koreksi dan periksa apapun yang dirasa tidak enak.

3.     Commit to fighting

Apapun hasil usaha kita, terima saja sebagai pelajaran yang akan membuat kita semakin kaya ilmu. Jadi, kalau gagal jangan takut memulai usaha lagi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s